Mesin Tenun Projectile - Tekstil Indonesia

Tags
>

Mesin Tenun Proyektil
Mesin Tenun Projectile

Proyectile Loom
merupakan salah satu mesin tenun modern tanpa teropong, keistimewaannya adalah pembentukan mulut lusinya menggunakan eksentrik/tapet/cam, dobby, dan jacquard keistemewaan yang lain warna pakan nya bisa lebih dari satu.


Kemudian dalam perkembangannya semua peralatan  mesin ini dikendalikan dengan komputer kelebihan lain sangat cocok untuk benang-benang berat  dan memproduksi kain yang lebar bisa untuk memproses benang-benang sutera, filamen, monofilamen, multifilamen, jute, dan linen.

Baca juga: Mesin Tenun Air Jet Loom dan Water Jet Loom

Mekanisme mesin ini adalah dengan cara menjepit benang pakan ke proyektil dan ditempatkan ke ujung kain kemudian penjepit dilemparkan benang pakannya setelah itu dibuang. Pakan mengalami pengetekan dan proyektil kembali memalui jalan yang ada dibawah untuk dipakai kembali.

Mekanisme yang kedua proses peluncurannya atau penyisipan benang pakannya yang dimulai dari benang pakan dalam cones yang dipasang pada rak disalah satu sisi peluncuran dari mesin tenun ini. Kemudian benang pakan dibawa oleh sebuah griper pada mulut lusi ke sisi peluncuran yang lain. 
Untuk ukuran gripper panjangnya 3,55  inchi, tingginya 2,55 inchi, lebar 0,55 inchi,dan beratnya 1/10 berat teropong.



Ciri-ciri khusus:


1. biasanya menggunakan double beam
2. tidak butuh alat tambahan
3.  harga mesin relatif mahal
4. untuk meembawa dan menenun benang besar


Kelebihan:


  1. mesin griper proyektil sangat cocok untuk memproduksi kain-kain tebal seperti jeans dan denim
  2. kecepatannya lebih kurang 2x dari kecepatan teropong
  3. gaya nya dapat dipakai untuk mencapai kecepatan yang tinggi dengan masa yang sangat kecil sekali
  4. kekuatan pick/peluncuran pakan gayanya tidak tergantung dari kecepatan mesin.

Kelemahan:


  1. pada  peluncuran pakan banyak peralatan yang diperlukan dan memerlukan presisi gerakan yang rumit pengaturan gerakan pembuatan variasi warna,perlu peralatan yang rumit pula
  2. karena rumitnya mekanisme sehingga jarang pabrik tenun yang mengguanakannya
  3. perusahaan yang memproduksi mesin tenun ini jarang ditemukan.

Artikel Terkait