Pengertian Sistem Penyambungan Benang dalam Pertenunan - Tekstil Indonesia

Tags
>

Sistem Penyambungan Benang
Pengertian  Sistem Penyambungan Benang dalam Pertenunan
                                   

Pengertian  Sistem Penyambungan Benang dalam Pertenunan

Di bidang tekstil khususnya dalam Persiapan Pertenunan juga terdapat teknik penyambungan benang.Penyambungan dapat dilakukan menggunakan tangan maupun menggunakan mesin biasanya penyambungan menggunakan tangan ini hanya satu/dua helai benang saja sedangkan penyambungan dengan mesin benang yang disambung adalah benang lusi satu beam tenun.


Baca juga: Proses Penggintiran Benang

Sistem penyambungan dilihat dari prosesnya terbagi 3 macam yaitu:
  1. Sistem Penyambungan Benang dengan Tangan. Sistem penyambungan benang menggunakan  tangan dapat menyambung benang yang putusnya hanya beberapa helai saja dan tidak kontinyu. Hasil penyambungan benang dengan tangan tidak dapat menghasilkan sambungan yang hasilnya benar-benar rata pada kedua ujung benangnya selain itu diperlukan waktu yang relatif lama untuk melakukan sambungan ini. Sambungan benang dengan tangan ini terbagi menjadi beberapa jenis sambungan yaitu: Sambungan Berbutir, Sambungan Pilinan, Sambungan Mati, dan Sambungan Tenun. Untuk mendapatkan sambungan yang baik dan benar sambungan harus memiliki kriteria sebagai berikut: Jenis dan ukuran benang harus disesuaikan dengan keadaan benang sewaktu diproses, simpul benang harus diusahakan sekecil mungkin, ekor sambungan harus sependek mungkin kurang lebih 3mm, bahan benang mempengaruhi jenis sambungan yang digunakan.
  2. Sistem Penyambungan Benang dengan Alat (knotter). Penyambungan dengan alat knotter ini akan menghasilkan sambungan benang yang benar-benar rata,sistem sambungan ini biasanya digunakan dibagian pemintalan benang.
  3. Sistem Penyambungan Benang dengan Mesin (Tying Machine). Penyambungan ini dilakukan pada saat proses penggantian beam lusi yang kosong dan dalam posisi benang putus dengan catatan konstruksi kain sama,jumlah lusi sama,lebarnya, dan tetal lusinya sama (tying head). Penyambungan ini relatif cepat dan sambungan ini sifatnya sementara,hanya untuk melewatkan benang lusi baru pada dropper,gun,dan sisir tenun saja.
TYING adalah proses menyambung helai-helai benang yang habis beam/finish beam saat proses beam disambung dengan helai-helai benang dari beam baru dalam konstruksi yang sama.

Tujuan proses Tying adalah untuk mempercepat proses pergantian beam (habis beam pada proses tenun diganti dengan beam baru) tanpa melalui proses drawing in/pencucukan dan untuk mempercepat proses produksi.
Dari artikel ini kita jadi tahu tentang teknik penyambungan benang. Dalam persiapan pertenunan atau weaving ini memang sangatlah penting proses ini dan dalam pabrik tekstil sistem penyambungan benang pasti digunakan di proses persiapan pertenunan maupun di  pertenunan.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan untuk kalian semua. BYE 

Artikel Terkait