Alur Proses Penganjian (Sizing) dan Metode Penganjiannya - Industri Tekstil

>


Alur Proses Penganjian (Sizing) dan Metode Penganjiannya - Pada proses penganjian ini tedapat metode dan alur penganjiannya. Banyak juga jenis metode penganjian seperti dalam bentuk hank, cone, dengan mesin dll. Tetapi di sini saya akan jelaskan metode dalam bentuk hank (Hank sizing method).


Baca juga: Proses Penganjian (sizing)


Pada Proses penganjian ini terdapat alur penganjian. Yang dimaksud alur ini adalah urutan benang dari awal masuk proses penganjian hingga akhir proses penganjian, seperti pada awal proses terjadi penguluran lusi kemudian pencelupan benang pada larutan kanji dilanjutkan pengeringan dan yang terakhir pemisahan benang dan penggulungan.

Metode proses penganjian terbagi menjadi 3,yaitu:

  1. Penganjian dalam bentuk hank (Hank Sizing Method)
  2. Penganjian dalam bentuk cone (Cone Sizing Method)
  3. Penganjian dengan mesin (Belt Sizing Method)
Berikut 3 metode penganjian, tapi di artikel ini akan membahas detailnya penganjian dalam bentuk hank (Hank Sizing Method). Simak yang berikut ini:

Penganjian dalam bentuk hank (Hank Sizing Method)
Penganjian ini banyak digunakan pada industri pertenunan yang memproduksi kain-kain bermotif warna yang menggunakan benang celup dan jumlah mesin tenunnya tidak begitu banyak.
Berdasarkan cara penggunaanya bahan-bahan kanjinya metode ini ada 2 macam, yaitu:

a. Metode Kanji Mentah

Sesuai dengan nama tersebut, bahan kanji yang dipergunakan adalah kanji mentah, masih berupa tepung yang dicampur dengan zat-zat lain kemudian di dispersikan dalam air. Maksud penggunaan kanji mentah adalah untuk menjaga agar benang-benang yang telah dikanji tidak terlalu melekat satu dengan yang lainnya, sehingga mudah di proses pada proses selanjutnya.

Prinsip kerja pada metode ini ialah benang dalam bentuk hank diremas-remas dalam campuran dispersi kanji dan obat-obat pembantu lainnya kemudian benang diperas agar kanjinya merata pada benang, selanjutnya benang dikukus atau diuap gar kanji yang ada pada benang menjadi matang.

Uap yang terjadi karena air mendidih dari drum pembuat uap dialirkan kebawah gantungan dan terus mengalir ke atas melalui benang sehingga dapat mematangkan kanji. Setelah kanji matang benang di kibaskan dengan maksud supaya benang-benang terpisah satu sama yang lain, setelah dikibaskan kemudian dijemur sampai kering.

Kelemahan-kelemahan pada metode penganjian ini:
  • Kanji yang masuk kedalam benang kurang merata karena benang dalam bentuk gulungan. Kanji yang masuk ke bagian luar gulungan kadang-kadang berbeda dengan bagian dalam gulungan.
  • Perekat tidak pecah betul menjadi gelatin karena umumnya suhu tidak cukup tinggi, sehingga daya rekat kanji kurang.
  • Penetrasi kanji sukar masuk kedalam benang karena hanya diremas-remas dan diperas, tidak ada gaya penekanan pada kanji akibatnya bagian dalam kurang terkanji.
  • Pengeringan sangat tergantung terhadap sinar matahari sehingga pengeringan tidak merata.
  • Kapasitas penganjian kecil.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
  • Supaya penetrasi kanji dapat masuk ke dalam benang, maka selama benang dimasukkan kedalam larutan kanji mentah sering diperas.
  • Pengibasan jangan terlalu keras dan dilakukan dalam keadaan basah. Jumlah pengibasan untuk masing-masing streng benang harus sama agar penarikan benang untuk tiap gulungan sama.
b. Metode Kanji Matang

Metode ini banyak digunakan untuk industri-industri yang mempunyai jumlah mesin agak banyak .
Metode ini ada 2 macam sistem peralatan yang digunakan, yaitu:
  1. Penganjian dengan kanji matang menggunakan bak biasa.
  2. Pada penganjian sistem ini larutan kanji yang digunakan adalah larutan kanji yang dimasak, kemudian ditambah air untuk mengatur viscositas nya. Selanjutnya benang dalam bentuk hank ditekan dengan roll serata mungkin maka larutan kanji merasuk ke benang dengan sempurna.
Pada mesin kanji ini mempunyai 2 unit proses, yaitu:
  • Unit proses pemasakan kanji. Untuk mempersiapkan larutan kanji yang siap untuk dipergunakan dalam proses penganjian, obat-obatan yang telah ditentukan dalam resep perlu dimasak dahulu.
  • Setelah pemasakan kanji selesai yaitu larutan kanji yang memenuhi syarat dalam viscositas maupun temperatur nya,  kemudian larutan kanji dialirkan pada bak kanji pada unit proses penganjian sesuai dengan kebutuhan.
Kesulitan pada penganjian sistem ini adalah:
  1. Larutan susah masuk ke dalam benang.
  2. Benang-benang biasanya melekat satu sama lain.
  3. Kapasitas penganjian kecil.
  4. pengeringan tergantung pada panas sinar matahari.
  5. Draft pada pengibasan tidak dapat diukur.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
  • Larutan kanji yang dimasak harus betul-betul sudah mempunyai viscositas larutan yang stabil.
  • Dipakai obat pelemas yang cukup supaya benang dapat terpisah satu sama lain.
  • Jumlah pengibasan untuk tiap untaian supaya sama, agar draft benang dapat sama.

Alur Proses Penganjian Pada Mesin Kanji:
  1. Proses Penguluran lusi.
  2. Proses Penganjian .
  3. Proses pengeringan.
  4. Proses pemisahan benang dan penggulungan.
Beam Warping→ Beam Stand → Size Box (bak penganjian) →Wet Spliting (pemisah benang basah) → Dryer cylinder (silinder pengering) → Spliting Rod (tongkat pemisah)→ Beam Tenun.

A. Beam Stand
Beam stand terdiri dari 24 stand yang berfungsi untuk menempatkan beam warping. Pada bagian ini terdiri dari peralatan dudukan beam berfungsi sebagai bearing putaran beam dan roll pengantar yang mempunyai fungsi untuk menghantar benang dari roll stand ke bagian selanjutnya. Disamping itu juga dilengkapi tekanan pengereman yang berfungsi untuk menstabilkan putaran beam dan mengatur tegangan benang.

B. Size Box
Size box terdiri dari peralatan-peralatan, yaitu:
  1. Bak penampungan yang mempunyai fungsi untuk menampung larutan kanji.
  2. Immersion Roll. berfungsi untuk merendam benang.
  3. Squezing Roll. berfungsi untuk memeras benang setelah direndam dalam larutan kanji.
  4. Peralatan Pemasak Kanji
Besaran tekanan squeezing roll (pressure), yaitu:
  • Low pressure=tekanan kurang dari 1000 kgs (10kn).....1 kn=101,97 kg.
  • High pressure=tekanan 1000kgs-10.000kgs.
C. Pengering (Dryer cylinder)
  1. Pengering terdiri dari 6 unit silinder teflon yang berfungsi untuk mengeringkan benang basah dengan lapisan anti lengket.
  2. 6 unit silinder stainless untuk menyempurnakan pengeringan. Sistem pengeringannya dapat dibedakan menjadi: Hot Air System (pengeringan udara panas), Cylinder Dryer System (pengeringan silinder panas) dan Infrared Dryer system (pengeringan dengan sinar infrared).
D. Spliting
Terdiri dari peralatan after wax dan spliting:
  1. After Wax. Mempunyai fungsi untuk melapisi benang cairan lilin dan after wax ini terdiri dari corong wax, steam, roll dan bak wax.
  2. Spliting. Berfungsi untuk memisahkan tiap helai benang, terdiri dari tongkat-tongkat pemisah dan dudukan tongkat pemisah.
E. Head Stock
  1. Sisir Expansi. Berfungsi untuk menyebarkan benang selebar boom tenun.
  2. Roll penggulung. Berfungsi untuk menarik benang dan menghantarkan ke penggulung (beam tenun).
  3. Press Roll. Berfungsi untuk menekan gulungan benang agar permukaan gulungan rata dengan kekerasan yang sesuai.
  4. Peralatan kontrol kelembapan benang (Mahlo meter).
  5. Komputer. Berfungsi sebagai monitor benang dan setting.

Itulah beberapa metode dalam proses penganjian dan juga alur pada proses penganjian. Semoga bermanfaat artikel kali ini dan silahkan kalau mau kasih kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar. Sekian dan Terima kasih.

Artikel Terkait