Penggintiran Benang dalam Industri Tekstil Indonesia

Tags
>

Penggintiran Benang

Penggintiran Benang dalam Industri Tekstil Indonesia - Proses Penggintiran hal yang sangat penting juga dalam pembuatan benang. Proses ini menentukan juga kualitas benang. Benang setelah digintir akan menjadi kuat dan tahan dengan gesekan-gesekan serta tahan lama.

Benang gintir (plied yarn) memiliki arti yaitu benang yang terdiri dari dua atau lebih benang tunggal dan digintir satu sama lainnya.


Baca juga: Sistem Penyambungan Benang

Dalam industri tekstil Penggintiran Benang adalah proses merangkap beberapa helai benang yang kemudian sekaligus diberi twist tertentu setiap panjang tertentu.

Adapun tujuan proses penggintiran benang yaitu:

  1. mendapatkan benang yang lebih kuat
  2. membuat benang agar mempunyai sifat tertentu, misal: lembut, keras, kaku, fleksible, dan yang lainnya
  3. mendapatkan benang dengan diameter yang lebih besar
  4. membuat benang hias
  5. mendapatkan benang yang lebih rata
Benang gintir juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang membuat benang gintir memiliki kualitas yang tinggi.
Faktor yang mempengaruhi sifat benang gintir yang dihasilkan adalah:
  • jumlah gintiran yang diberikan
  • arah gintiran dari benang pembentukan
  • kehalusan serat dan kehalusan benang pembentukan
  • bila arah gintiran dan arah gintiran dari benang tunggalnya berlawanan, maka akan didapatkan benang gintiran yang lembut
  • bila arah gintiran benang tunggalnya dan arah gintiran sama, maka akan diperoleh benang gintir yang keras.
Pada umumnya, untuk benang biasa arah gintiran yang berlawanan dengan arah antihan banyak dilakukan.
Bila arah antihan sama dengan arah gintiran maka benang akan lebih padat, lebih elastis, dan bertambah kuat.
Jika jumlah gintiran terlalu banyak, maka mengakibatkan benang keriting. Cara ini disebut antihan (twist on twist).

Ada dua cara proses perangkapan, yaitu:

a. Perangkapan Langsung.

Perangkapan Langsung dilakukan diatas mesin gintir setiap kelosan benang single diletakkan pada rak bobin diatas mesin. Beberapa helai benang single ditarik bersama-sama melalui rol pengantar ke delivery roll kemudian digintir dan digulung pada bobin spindel dari mesin gintir.

Kelebihan cara ini adalah:
  •  prosesnya pendek
  • tidak memerlukan mesin perangkap.

Kekurangan cara ini adalah:
  • tiap helai benang sukar dikontrol keduanya maupun tetangganya sehingga sering diperoleh hasil penggintiran yang kurang rata.
  • untuk mesin yang tidak dilengkapi dengan stopmotion pada setiap pengantar single, kemungkinan besar terjadi salah gintir, umpamanya karena beberapa helai benang putus sedangkan penggintiran berjalan terus.
b. Perangkapan Tidak Langsung.

Pada perangkapan tidak langsung ini beberapa helai benang dirangkap pada mesin rangkap.

Kelebihan perangkapan tidak langsung adalah:
  • tegangan tiap-tiap helai benang terkontrol
  • tiap-tiap bobin telah berisi benang rangkap, sehingga pada waktu  diproses pada mesin ginir kemungkinan putus benang kecil.
  • kemungkinan terjadi salah gintir kecil terjadi
  • efisiensi produksi dapat ditingkatkan, begitu pula mutu benang gintir yang dihasilkan. 

Kekurangan perangkapan tidak langsung adalah:
  • prosesnya panjang 
  • memerlukan mesin perangkap. 
Dalam proses penggintiran terdapat pula jenis benang gintir.
Jenis-jenis benang gintir antara lain:

1. Benang Bordir. Dibuat  dari benang kapas yang bermutu baik, karena harus bersifat lembut, fleksibel, dan mengkilap. Setelah proses penggintiran, benang dibakar bulunya dan dimerser. Dibuat dari sutera, linen, dan serat sintetik penggintiran dilakukan terhadap 2 helai sampai dengan 6 helai benang.

2. Benang Rajut. Dilakukan dengan cara kering dengan jumlah gintiran per inci rendah, sehingga benang bersifat lembut, fleksibel, dan terasa penuh pegangannya. Benang wol harus sering dibuat untuk benang rajut yang permukaannya berbulu, tapi  jika permukaan berbulu ini tidak dikehendaki, maka dapat dicampurkan dengan serat kapas dan juga mengurangi sifat mengkeretnya.

3. Benang Krep. Benang krep ialah benang dengan gintiran keras dibuat dari benang keras seperti benang kapas, sutera, dan rayon. Penggintiran dilakukan searah dengan arah antihan benang tunggalnya, karena jumlah gintiran/inci yang diberikan cukup tinggi, maka benangnya akan mengering. Untuk memantapkan gintirannya maka benang tersebut kemudian di steam, gintiran yang diberikan biasanya 7akar ne1 sampai 10akar ne1.

4.Benang Lace. Dari benang kapas tunggal: benang halus No benang tunggal umumnya diatas Ne1 60. Benang Lace medi up: untuk benang hias.

5. Benang untuk kain Voice. 

6. Benang merser.

 Jadi itulah materi sedikit tentang penggintiran. Intinya proses penggintiran ini tujuan utamanya yaitu agar proses selanjutnya berjalan dengan lancar.

Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat untuk kita semua.

Artikel Terkait