Proses Penganjian (Sizing Process) - Industri Tekstil

>

proses penganjian (sizing)


Proses Penganjian (Sizing) - Proses penganjian ini merupakan proses yang sangat penting juga. Pada proses ini benang-benang lusi dikanji yang sebelumnya sudah melewati proses penghanian (Warping). 

Proses penganjian ini benang lusi dilapisi kanji supaya benang-benang lusi kuat dan tahan gesek, karena setelah proses penganjian ini benang lusi akan di cucuk dan setelah pencucukan akan di tenun. Pada pertenunan ini lah yang membuat benang lusi harus dikanji karena terjadi gesekan yang sangat banyak.

Jika benang lusi tidak dikanji atau tidak melalui proses penganjian akibatnya benang lusi akan sering putus ketika ditenun, maka mengurangi efisiensi mesin dan kualitas kain akan jelek karena terdapat cacat kain yang sangat banyak akibat dari sering putusnya benang lusi.


Baca juga: Alur Proses Penganjian (Sizing Process)


Jadi itulah pentingnya proses penganjian ini.
Langsung saja kita bahas Apa yang dimaksud dengan proses penganjian?

Proses Penganjian (sizing) adalah sebuah proses untuk melapisi benang-benang lusi dengan campuran kimia tertentu agar benang-benang tersebut dapat ditenun dengan baik sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Adapun tujuan utama proses penganjian adalah:

  1. meningkatkan kekuatan benang
  2. mengurangi bulu-bulu pada permukaan benang yang dapat menimbulkan masalah pada proses pertenunan
  3. meningkatkan ketahanan gesek antar benang dan benang dengan bagian-bagian mesin
  4. mengurangi fly waste selama proses pertenunan
  5. untuk benang filamen merekatkan menjadi satu antar monofilamen sehingga masing-masing filamen menjadi lebih kompak tidak terpisah satu sama lain dengan demikian dapat meningkatkan kekuatan benang.
  6. meningkatkan sifat licin benang.
Proses Penganjian (sizing) dianggap baik apabila memenuhi syarat sebagai berikut:
  1. mampu meningkatkan ketahanan gesek benang, walau pada mesin dengan RPM tinggi
  2. mampu meningkatkan kekuatan tarik benang (standart: meningkat 75%)
  3. mampu mempertahankan kelembutan (soft surface) dan fleksibilitas
  4. mampu menidurkan sebagian besar bulu-bulu serat benang 
  5. mampu mempertahankan daya mulur (standart elongation 75% dari aslinya)
  6. mampu menyimpan kandungan air yang cukup untuk mencegah static electricity
  7. mampu dihilangkan kanjinya dengan mudah (cukup dengan air panas +NaoH atau enzim)
  8. mampu bertahan dari jamur dan cendawan.
Penganjian yang gagal akan menyebabkan produktivitas dan kualitas yang rendah pada kain dikarenakan sebagai berikut:
  • benang lusi putus terus saat ditenun
  • timbul nep atau butiran-butiran kasar pada permukaan kain yang terjadi karena bulu-bulu serat
  • pada pertenunan air jet bulu-bulu yang timbul akan menghambat gerakan peluncuran pakan, sehingga akan banyak terjadi stop pakan yang akan berakibat banyaknya stop mark maupun miss pick (cacat arah pakan), berakibat turunnya efisiensi dan kualitas.
Mesin-mesin sizing dibedakan dalam berbagai hal sebagai berikut:

a. Sistem Pengeringan, yaitu:
  • Hot air system (pengeringan udara panas)
  • Cylinder dryer system (pengeringan silinder panas)
  • Infrared dryer system (pengeringan dengan sinar infrared)
b. Besarnya tekanan squeezing roll, yaitu:
  • Low pressure = tekanan kurang dari 1.000 kgs (10kn).....1kn: 101,97 kg
  • Hight pressure = tekanan 1.000 kgs sampai 10.000 kgs
c. Automatisnya
  • Tension control = temperatur control pada size box, drying cylinder.

Bahan-bahan yang bisa dipergunakan  pada larutan kanji.
Bahan kanji utama biasanya dibagi menjadi 4 bagian dasar, yaitu:
  • Air. Air adalah bahan utama larutan kanji, bahkan jumlah air yang dipakai bisa mencapai lebih dari 75% dari total larutan obat kanji. Air yang dipakai sebaiknya air yang sudah di proses softner dengan kesadahan yang rendah agar tidak berpengaruh, baik pada stabilitas kekentalan maupun akibat-akibat lainnya yang terjadi karena reaksi unsur logam pada air dengan bahan kimia yang dipakai.
  • Starch agenis. Yaitu bahan-bahan alami yang mengandung pati, seperti pati jagung dll. Termasuk modifird starch, yaitu bahan pati alami yang telah di modifikasi. Bahan pati lainnya yang sering kita tahu adalah pati tapioka, pati jagung, pati terigu/gandum dll.
  • Adhessive agents. Yaitu bahan perekad buatan, seperti PVA, Acrylic, dsb.
  • Auxiliary agents. Yaitu bahan pembantu seperti pelumas, anti jamur / bahan anti listrik statis.

Tujuan akhir dari penganjian adalah menghilangkan atau mengurangi putus benang lusi selama proses pertenunan berlangsung. Putus lusi disebabkan oleh tegangan yang tinggi selama proses pertenunan atau bisa juga karena kekuatan benang yang buruk atau rendah, tegangan yang tinggi pada benang lusi disebabkan karena pembukaan mulut lusi yang besar.


Baca juga: Syarat Proses Penganjian (Sizing Process)

Jadi itulah gaes pembahasan sedikit tentang proses penganjian. Semoga artikel kali ini bermanfaat sekian dan terima kasih.

Artikel Terkait