Pengertian Mesin Rajut dan Jenis Kain Rajut

Tags
>

Pengertian Mesin Rajut dan Jenis Kain Rajut
Mesin Rajut Bundar


Pengertian Mesin Rajut dan Jenis Kain Rajut - Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang mesin rajut. Pada mesin rajut ini terdapat banyak sekali jenis-jenis nya dan kain yang dihasilkan pun juga banyak jenis-jenis nya. Kain yang dihasilkan mesin rajut disebut kain rajut.

Kain rajut di indonesia sangatlah banyak yang menggunakannya dikarenakan kain rajut memiliki sifat yang lembut, lentur, tidak panas dan nyaman saat digunakan.
Kita mungkin lebih familiar dengan kaos yang merupakan jenis kain rajut juga.


Baca juga: Mesin Tenun Rapier (Rapier Loom)

Pengertian Mesin Rajut:
Mesin Rajut adalah mesin yang digunakan untuk memproduksi dan membuat kain rajut dengan menggunakan jarum berkait untuk saling satu atau lebih benang melalui serangkaian loop. 

Berikut adalah Klasifikasi Mesin Rajut sebagai berikut:
Jenis-jenis Mesin Rajut
Klasifikasi Mesin Rajut

Pengertian Kain Rajut :
Kain rajut adalah kain yang dibuat dari jeratan-jeratan yang disambung satu sama lain, letak jeratan-jeratan ini teratur satu jeratan ke arah panjang kain yang disebut dengan waless, sedangkan jeratan ke arah lebar kain disebut dengan course.

Cara menentukan konstruksi kain rajut adalah dengan menentukan banyaknya waless dan course per satuan panjang WPC (waless per cm).


Baca juga: Desain Pada Kain Tenun / Desain Tekstil

Macam-macam Kain Rajut:

1. Kain Rajut Pakan (weft knited fabrics)
Kain rajut pakan pembentukannya berturut-turut ke arah lebar kain dimulai dari course 1 ke arah lebar lalu berpindah course 2 ke arah lebar kain.

Kain rajut pakan dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Kain Rajut Polos. yaitu kain rajut yang dibuat dengan satu susunan jarum-jarum mesin rajut.
  • Kain Rajut Rib, yaitu kain rajut yang dibuat dengan dalam 2 susunan jarum-jarum mesin rajut. Struktur jeratan kain rajut tersebut adalah paling sederhana dan merupakan jeratan dasar dari semua kain rajut pakan. Pembuatan kain rajut ini dibuat pada mesin rajut datar dan pada mesin rajut bundar.
2. Kain Rajut Lusi (warp knited fabrics)
Kain rajut lusi pembentukannya terjadi berturut-turut dari course 1 ke course 2 ke course 3 dan seterusnya, ini berarti ke arah panjang kain walaupun terjadi perpindahan dari waless satu ke waless lainnya, perpindahan ini sangat terbatas dan teratur.

Kain rajut lusi dibagi menjadi  4, yaitu:
  • Kain Rajut Tricot. Nama yang diberikan pada kain rajut lusi yang banyak dipakai sebagai pakaian dalam, baju wanita, blause, dan  kain pelapis. Kain rajut tricot sifatnya lebih kuat sedangkan mulurnya kurang dibandingkan dengan rajut pakan.
  • Kain Rajut Rachel. Dibuat pada mesin rajut lusi yang banyak menghasilkan desain-desain rajut lusi. Contohnya: korden, kain kelambu, dan kain yang bercorak.
  • Kain Rajut Sisipan. Dimana pada permukaan kainnya yang terlihat bergantian, pergantian course terdiri dari jeratan kiri dan kanan. Disamping kain-kain dasar tersebut dikenal pula kain-kain yang bercorak yang merupakan bagian dari kain-kain tersebut diatas, terjadinya corak dapat disebabkan karena pengaturan warna benang ataupun karena konstruksi jeratan atau dapat pula karena gabungan antara keduanya.
  • Kain Rajut Cardigan. Kain rajut rib yang diberi efek tuck kain full cardigan ialah apabila efek tuck dilakukan pada waless. Kain half cardigan ialah apabila tuck dilakukan pada waless yang berselang-seling.
Setelah membahas jenis kain rajut, selanjutnya kita akan membahas sifat yang dimiliki kain rajut.
Berikut adalah Sifat Kain Rajut: 

Sifat kain rajut sangat berbeda dengan sifat kain tenun, salah satu sifat yang paling menonjol adalah elastisitas pada bentuk dan ukuran. Pada kain tenun elastisitasnya kecil sehingga kestabilannya besar dan kebalikannya.
Sifat kain rajut lusi mendekati sifat kain tenun, hal dikarenakan letak dan arah benang relatif lebih lurus dari pada kain rajut pakan. Penggunaan kain rajut lusi lebih luas dari pada kain rajut pakan.

Beberapa perbedaan kain rajut dan kain tenun antara lain:
  • Letak benang pada kain tenun lurus sedangkan kain rajut tidak
  • kepadatan / kerapatan kain tenun lebih rapat
  • bentuk jeratan pada kain tenun bukan simpul mati.
Pengujian kain rajut dilakukan untuk menilai sifat-sifat dari kain rajut. Hal-hal yang diuji antara lain:
  • Course/cm atau course/inchi
  • waless/cm atau waless/inchi
  • panjang jeratan
  • kekuatan sobek
  • tebalnya kain
  • perubahan ukuran karena pencucian.
Karena sifat kain rajut yang demikian maka pengujian penilaian dilakukan setelah beberapa saat kain rajut turun dari mesin, sehingga kain rajut didiamkan terlebih dahulu.
Tujuan didiamkan kain rajut untuk mempertinggi kestabilan relaxation, dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu relaxation kering dan relaxation basah.

Cara relaxation kering yaitu kain dibiarkan terletak merata tanpa tegangan  dalam ruangan dengan kondisi RH 65% (presentase banyaknya air dalam udara).
Sedangkan relaxation basah yaitu direndam dalam air pada suhu 30 derajat celcius selama 1 jam kemudian dikeringkan secara alamiah. 

Terdapat jeratan-jeratan pada kain rajut dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu: 
  1. Jeratan Kiri. Adalah apabila jeratan tersebut posisinya berada dibawah jeratan sebelumnya.
  2. Jeratan Kanan. Adalah apabila jeratan tersebut posisinya berada diatas atau didepan jeratan sebelumnya.
Pada mesin rajut terdapat bagian yang sangatlah penting yaitu jarum rajut. Prinsip penggunaan jarum rajut ini terdiri dari sebatang logam yang pada salah satu ujungnya dibengkokkan. Pada jarum mempunyai gaya pegas dalam keadaan normal membentuk celah tetapi bila ditekan ini akan melekat pada batang sehingga menutup celah atau lubang pada batang.

Ada 4 macam jarum rajut, yaitu: 
  1. Jarum Janggut (Bred spring needle)
  2. Jarum Lidah (Latch needle)
  3. Jarum gabungan (Compound needle)
  4. Jarum Kepala Ganda (Link lind needle)
Prinsip Merajut:

Jika jarum-jarum sampai posisi tertinggi jarum tersebut akan mengambil benang-benang baru dan jeratan lama sehingga jarum jatuh ke batang jarum kemudian jarum turun sambil menarik benang baru sampai posisi terendah sehingga jeratan lama akan jatuh dari batang dan bergantung pada benang baru yang menjadi jeratan baru. 
Prinsip ini diulangi untuk membentuk jeratan sebelumnya sampai membentuk helai kain.

Persyaratan benang rajut ditentukan oleh 2 faktor, yaitu:

  1. Penggunaan mesin atau proses mesin rajut. Benang harus dapat diproses oleh mesin rajut dan memberikan hasil yang lebih baik.
  2. Penggunaan akhir dari kain rajut tersebut. Bahwa benang yang digunakan dan kain yang dihasilkan harus dapat dipakai dengan memuaskan baik ditinjau dari segi teknis maupun ekonomis, oleh karena itu sifat-sifat benang yang perlu diperhatikan adalah benang harus lembut. Koefisien pergeseran antara benang dengan logam harus serendah mungkin.
Peralatan-peralatan pada mesin rajut secara umum adalah:

1. Tempat dudukan meluncurnya jarum.
 Alat ini merupakan plat logam yang mempunyai alur dipermukaannya, didalam alur inilah jarum diletakkan dan jarum bergerak lurus maju mundur / naik turun. Jumlah alur per cm / per inchi menentukan kehalusan pada kain rajut yang biasanya dinyatakan dalam jumlah jarum per cm / per inchi.

2. Peralatan yang menggunakan jarum.
 Pada mesin rajut pakan akan bergerak naik turun / maju mundur dalam membentuk jeratan. Gerakan jarum ini disebabkan oleh cam yang mendorong jarum melalui kontak dengan kaki jarum. Ada 2 jenis cam yaitu: cam yang mendorong jarum naik / maju disebut Rising Cam, sedangkan cam yang mendorong jarum meluncur disebut Stick Cam.

3. Peralatan yang menyuapkan benang.
 Pada mesin rajut pakan peralatan ini merupakan suatu logam yang dilubangi dari dalam dilakukan benang yang akan di olah / diproses. Letak dari peralatan ini dekat dengan jarum sehingga setiap jarum yang bekerja dan melewatinya akan mampu mengambil benang tersebut, jumlah menyuap benang ini antara 1 sampai 110 tergantung dari tipe mesinnya. Pada mesin rajut ini jumlah jarum dan masing-masing akan menyuapkan untuk sehelai benang dan masing-masing akan bergerak mengelilingi dan menyuap sebuah jarum, jadi penyuapan ini harus cukup tipis untuk lewat diantara 2 buah jarum.

4. Peralatan yang menarik / mendorong jeratan yang telah terjadi.
 Pada mesin rajut akan ditarik oleh tegangan yang terjadi karena adanya pemberat, cara lain adalah dengan peralatan roda gigi yang akan menarik setiap jeratan-jeratan baru. 

5. Peralatan penggulungan kain rajut.
 Pada mesin rajut datar atau mesin rajut kaos kaki kain yang dihasilkan tidak lah digulung, namun dibiarkan begitu saja menumpuk dibawah mesin yang penting ialah ada tegangan yang tetap dan cukup besar untuk selalu menarik kain yang selalu terjadi sedangkan pada mesin rajut lusi kain yang dihasilkan digulung pada roll yang bekerja dengan perantara roda gigi demikian pula pada mesin rajut bundar.

6. Tempat dudukan benang-benang.
 Pada mesin rajut pakan benng-benang dalam bentuk kelosan umumnya diletakkan secara vertikal pada bagian atas mesin. Pada mesin rajut lusi benang yang diolah atau diproses, digulung pada satu beam lusi yang biasanya jumlah benang yang diperlukan digulung dalam beberapa beam kemudian beam ini diletakkan dibagian belakang mesin rajut.
Kesimpulan: 

Untuk mendapatkan serat / benang yang lembut diperlukan benang yang panjang dan twist yang rendah. TPI (Twist Per Inchi) pada kain rajut kisaran 2,75 - 3 %.
Jenis serat yang bisa dipakai untuk benang rajut adalah staple, filamen, dan monofilamen.

Pada mesin rajut pakan pada umumnya menggunakan benang-benang pintal kapas, wool, rayon, poliester, polipropilin, poliakrilic, polimide dan juga menggunakan benang teksturace agilon, ganion, onion, tasrun, dan helata. Untuk rajut lusi menggunakan benang-benang filamen dan jarang menggunakan benang-benang teksturace.

Demikian Pengertian Mesin Rajut dan Jenis Kain Rajut, semoga materi ini sangat bermanfaat bagi semua yang membacanya.
Sekian dan Terima kasih 😉






Artikel Terkait