10 Kain Khas Nusantara Indonesia

>


kain khas nusantara
Pakaian Tradisional Indonesia


10 Kain Khas Nusantara Indonesia - Indonesia memang kaya akan warisan dan ragam budaya. Setiap daerah di Indonesia memiliki ragam budayanya masing-masing seperti rumah adat, pakaian adat, musik tradisional, tarian tradisional, dan bahasa daerah. Itulah yang membuat Indonesia kaya akan ragam budaya.


Baca juga: 7 Brand Distro yang Terkenal di Solo


Akan tetapi, Indonesia tidak kaya akan ragam dan budayanya ataupun kain khas nusantaranya saja, tetapi juga kaya akan sumber daya alam yang melimpah seperti lautan yang luas disebut negara kepulauan, area hutan yang sangat luas, sehingga potensi pariwisata di Indonesia pun sangat banyak.


Satu lagi Indonesia juga kaya rempah-rempah dan tumbuhan alam yang berkhasiat untuk pengobatan akibatnya pada zaman dulu Indonesia diincar dan dijajah oleh negara-negara lain untuk dimanfaat sumber daya alam yang ada di Indonesia.


Tidak usah panjang lebar lagi diartikel ini kita akan membahas salah satu warisan budaya di setiap daerah indonesia yaitu jenis kain tradisional dan asalnya yang ada di nusantara ini dari Sumatra sampai Papua.


Baca juga: Pabrik Tekstil Terbesar di Indonesia


10 Kain Khas Nusantara Indonesia

Berikut nama kain khas nusantara.

1. Kain Batik


 Kain Batik merupakan kain khas Indonesia yang sering diklaim oleh negera lain yang bukan berasal dari Indonesia. Padahal, jika kita telusuri, jelas-jelas batik berasal dari daerah Jawa. Batik berasal dari kata "amba" yang dalam bahasa Jawa artinya menulis dan "titik" yang artinya titik. Pada awalnya batik dibuat diatas kain mori lalu digambar dengan menggunakan lilin dengan canting.


Batik memang mempunyai motif dan corak yang sangat indah dan beragam, tetapi dibalik keindahan motif batik itu mengandung makna/ arti tersendiri.Berbagai daerah telah memiliki khas motif/corak tersendiri seperti batik motif Jogja,batik Solo, Pekalongan, Cirebon, Banyumas, Bali, dan masih banyak lagi.


2. Kain Ulos

kain ulos
Kain Ulos

Kain Ulos merupakan kain khas tradisional batak yang dibuat dengan cara ditenun. Di Batak kain Ulos berfungsi untuk acara-acara penting seperti pernikahan, kelahiran, dan duka cita. Nenek moyang orang Batak mempercayai bahwa memakai kain Ulos dapat kehangatan karena salah satu hal yang memberi kehidupan bagi tubuh manusia adalah kehangatan.


Kain Ulos memiliki warna dominan yaitu merah,hitam, dan putih yang dihiasi oleh berbagai macam tenunan dari benang emas atau benang perak. Di Batak sendiri ada berbagai macam kain Ulos. Namun, sangat disayangkan sekali beberapa jenis kain Ulos sudah punah, seperti Ulos Raja, Ulos Ragi Botik, Ulos Gobar, Ulos Saput, dan Ulos Sibolang.


3. Kain Tenun Ikat

kain tenun ikat
Kain Tenun Ikat


Kain Tenun Ikat merupakan kain tradisional khas indonesia yang cara pembuatannya ditenun dari helaian benang pakan yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke zat pewarna alami. Sebelum ditenun, helai-helai benang diikat dengan plastik atau tali sesuai dengan corak yang akan dibuat sehingga pada saat dicelup benang yang diikat dengan tali tidak akan terwarnai. Uniknya kain Tenun Ikat ini ditenun secara manual menggunakan alat tenun bukan mesin atau alat tenun tradisional.

Kain Tenun Ikat ini berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, seperti Toraja, Sintang, Jepara, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, dan Timor.

Dulu kain ini biasanya digunakan masyarakat daerah untuk acara upacara adat dengan dililitkan ke pinggang, tetapi pada zaman modern ini sudah dibuat dalam berbagai macam produk, seperti baju, gaun, kemeja, tas, dan aksesoris lainnya.

4. Kain Songket

kain songket
Kain Songket


Kain Songket merupakan kain tradisional khas Indonesia yang berasal dari daerah suku Melayu dan Minangkabau yang tergolong keluarga tenunan brokat. Pembuatan kain Songket ini adalah dengan cara ditenun secara manual menggunakan tangan dengan benang emas dan perak. 

Arti kata Songket yaitu "sungkit" dalam bahasa melayu yang artinya "mengait". Hal ini sesuai dengan cara pembuatannya yaitu dengan cara mengaitkan dan mengambil sejumput kain tenun dan menyelipkan benang emas. Kain Songket memiliki berbagai macam motif/corak yang merupakan ciri khas budaya setempat. Motif kain Songket antara lain motif Saik Kalamai, motif Buah Palo, dan motif Barantai.

Motif dari kain Songket tersebut masing-masing mengandung makna yang berbeda dan juga kain Songket memiliki warna yang bervariasi yang mencerminkan status sosial dari si pemakai. 

5. Kain Gringsing

kain gringsing
Kain Gringsing


Kain Gringsing merupakan kain yang dibuat menggunakan teknik dobel ikat. Uniknya dalam pembuatan kain ini secara keseluruhan menggunakan tangan sehingga proses pembuatan kain bisa memakan waktu 2-5 tahun lamanya. Kain Gringsing ini berasal dari daerah Tenganan, Bali. Arti kata Gringsing yaitu berasal dari kata "gring" yang artinya "sakit" dan "sing" yang artinya "tidak". Makna dari kata Gringsing memiliki makna yaitu seperti penolak bala dan untuk menyembuhkan penyakit.

Harga kain ini terbilang cukup mahal per lembarnya bisa mencapai ratusan juta dikarenakan pembuatannya yang cukup rumit dan tekniknya dalam pembuatan ini cukup langka membutuhkan waktu bertahun-tahun sehingga mutu dan kualitas kain ini sangat bagus. 

Kain Gringsing digunakan untuk upacara keagamaan seperti pernikahan, upacara potong gigi, upacara sasih sambah dan berbagai upacara lainnya oleh masyarakat Tenganan Bali.

6. Kain Tapis

kain tapis
Kain Tapis

Kain Tapis merupakan kain tradisional asal Lampung yang dibuat sebagai usaha mereka untuk menyelaraskan kehidupan dengan alam semesta dan juga Sang Pencipta. Pembuatan kain Tapis ini pada zaman dahulu  disulam dengan menggunakan peralatan tradisional. 

Kain Tapis ini disulam oleh gadis-gadis Lampung di rumah mereka. Pengerjaannya bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan dan hasilnya menjadi cerminan kepribadian mereka. Kain ini berwarna gelap dari hasil pewarnaan dari bahan alami disulam dengan benang emas. Umumnya, kain Tapis memiliki motif zigzag, piramida, flora, dan fauna.

Kain Tapis biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung yang terbuat dari benang kapas. Dalam perkembangannya, ternyata kain Tapis  digunakan tidak semua oleh suku Lampung sebagai sarana perlengkapan hidup. Pembuatan kain Tapis ini dikenal sejak ratusan tahun lalu dan diturunkan dari generasi ke generasi sampai sekarang.

7. Kain Sutra Bugis 

kain sutra bugis
Kain Sutra Bugis


Kain Sutra Bugis ini merupakan kain yang dibuat dengan cara ditenun dari benang ulat sutra. Kain tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan ini pada awalnya hanya digunakan sebagai padanan baju bodo (pakaian tradisional Sulawesi Selatan). 

Jika kita perhatikan, kain Sutra Bugis memiliki motif kotak-kotak yang berbeda-beda. Beda ukuran kotak mengandung arti yang berbeda. Dahulu motif kotak ini menjadi petunjuk apakah sudah menikah atau belum. Kotak berukuran kecil dengan warna cerah dinamakan motif Ballo Renni yang dipakai oleh wanita yang belum menikah. Sedangkan kotak berukuran lebih besar dengan warna merah terang atau merah keemasan dinamakan motif Balo Lobang yang digunakan oleh pria bugis yang belum menikah.

Kain Sutra Bugis ini pada awalnya hanya dikenakan kaum bangsawan dan kerajaan karena harganya yang relatif mahal. Kain ini biasanya didesain dalam bentuk sarung dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari maupun dalam upacara adat.

8. Kain Sasirangan

kain sasirangan
Kain Sasirangan

Kain Sasirangan merupakan kain tradisional khas suku Banjar, Kalimantan Selatan. Sasirangan memiliki arti dari kata "sirang" yang artinya diikat atau dijahit dengan tangan dan ditarik benangnya (dijelujur). Kain ini dibuat dari bahan dasar kain mori atau katun yang digambari dengan motif khas lalu dijelujur atau disirang berdasarkan motif yang sudah dibuat.

Ciri khas dari kain Sasirangan ini terletak pada coraknya yang sangat menunjukkan corak khas Kalimantan. Saat ini ada 30 jenis motif, antara lain: Bayam Raja, Naga Balimbur, Kulat Ka Rikit, Daun Taruju, dll.

Kain Sasirangan dipercaya memiliki kekuatan magis yang bermanfaat untuk pengobatan (batatamba), khususnya untuk mengusir roh-roh jahat dan melindungi diri dari gangguan makhlus halus.
Dalam perkembangan zaman kain Sasirangan saat ini digunakan sebagai pakaian adat yang dipakai oleh kalangan rakyat biasa ataupun keturunan bangsawan saat mengikuti upacara adat.

9. Kain Tenun Dayak 

kain tenun dayak
Kain Tenun Dayak 

Kain Tenun Dayak merupakan kain yang dibuat dengan menggunakan alat yang disebut gedok. Proses pengerjaan kain ini cukup memakan waktu lama sekali. Kain ini dibuat oleh para wanita yang mengisi waktu luang setelah selesai berladang dengan menenun.
Kain Tenun Dayak ini memiliki motif khas Kalimantan yaitu flora dan fauna dari alam sekitar mereka.

Kain Tenun Dayak memiliki beberapa jenis motif antara lain: Kebat yang memiliki motif asimetris atau motif alam, Sidan yang memiliki warna terang dan cerah, Sungket yang memiliki motif garis besar dan tegas. Kain Kebat, Sidan, dan Sungket  ini biasa dipakai oleh suku Dayak Iban di Kalimantan Barat.
Kain Tenun Dayak memiliki harga bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung kualitas serta keunikan motif kain tersebut.

10. Kain Besurek

kain besurek
Kain Besurek


Kain Besurek merupakan kain tradisional dari Bengkulu. Kain Besurek memiliki arti "bersurat" atau "bertuliskan". Kenapa dinamakan besurek karena motif kain Bersurek yang sangat khas berupa motif huruf arab gundul (kaligrafi) yang dikaligrafikan. Motif ini terpengaruh unsur kebudayaan Islam.

Motif dari kain ini hampir sama dengan kain Batik perbedaannya dibagian motif kaligrafinya. Walaupun demikian, proses pembuatan kain Besurek tidak berbeda dengan pembuatan Batik Jawa. Untuk pewarnaan, kain Besurek pun memiliki warna yang lebih cerah dan beragam.

Kain Besurek kini digunakan tidak lagi terbatas pada perayaan atau upacara-upacara adat, melainkan telah digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pakaian dinas, swasta, pakaian pesta, busana muslim, dan pakaian harian dengan modifikasi desain motif dan modifikasi desain busana.


Kesimpulan:

Dengan artikel ini kita jadi tahu kain tradisional yang ada di beberapa provinsi di Indonesia. Nama, jenis kain, dan daerah asal kain tradisional tersebut dibuat. Di Indonesia terdapat 34 provinsi yang mempunyai kebudayaan dan pakaian adat dengan motif masing-masing yang menjadi ciri khas mereka.
Itulah pokok-pokok informasi kain khas nusantara di Indonesia. Sekian dan Terima kasih.

Artikel Terkait